Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2016

Sumpah pemuda

Cinta tanah air, berbangsa satu dan dan berbahasa satu. Benarkah demikian ? Benarkah itu yang menjadi pedoman pemuda yang sekarang ? Jika kamu berkata benar itu sikap yang benar, coba deh kamu pikir lagi.

Berbangsa satu, bangsa indonesia. Bangsa kita memiliki banyak suku dan ras baik dari sabang sampai merauke, dibawah payung bhineka tunggal ika kita mengatakan bahwa kita adalah bangsa yang satu. Tapi sejauh apakah satu itu ? Sejauh mayoritas berkuasa atas minoritas ? Atau sejauh minoritas yang merasa tinggi atas mayoritas ? Mengapa saya berkata demikian, terkadang bagi sebagian minoritas mayoritas dianggap mendiskriminasikan minoritas. Padahal bisa mayoritas hanya berusah menjalankan apa yang mereka pedomankan dalam kehidupannya tanpa bermaksud menyakiti minoritas, menjalankan sesuatu yg menjadi kewajiban mayoritas walaupun bagi minoritas itu merupakan sebuah perbedaan yang mungkin tidak mendasar.
Fenomena ini benar benar terjadi sekarang di negeri kita, apa yang kita anggap benar terkadang itu salah, bahkan terkadang yang kita anggap itu benar ternyata itu salah. Sudah cukup rasanya kita merusak tenun kebangsaan kita karna sebuah kepentingan pribadi atau golongan. Jika kamu muda dan baca kalimat ini, saatnya kita berfikir dan merenung kembali, sudah sejauh mana kamu mengamalkan sumpah pemuda mu ?

Minggu, 15 Mei 2016

Bagimu Negeri, Jiwa Raga Kami

Bagimu negeri, jiwa raga kami. 

Indonesiaku saya mencintaimu selamanya, saya mencintaimu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu negeriku, selalu akan saya jaga kehormatanmu seperti saya menjaga impian saya membawamu menjadi negara yang dihormati dan disegani dengan segala perjuanganku.




kita semua tentu capek, kita semua tentu jenuh, kita semua resah dengan keadaan negeri kita ini, tapi haruskah itu menjadi pengahalang kita untuk mencintai negeri ini ? haruskah ini menjadi alasan merdu kita sehingga tidak memberikan jiwa raga kita untuk menjadikan negeri ini menjadi negeri yang indah, yang nyaman, yang menyenangkan untuk didongengkan kepada anak cucu kita nanti ?

Coba dipikirkan lagi ? apa yang telah kita lakukan untuk negeri kita yang tercinta ini ? hal-hal apa saja yg telah kita lakukan agar ibu pertiwi berbangga haru melihat apa yang telah kita perbuat ? kalo belum ada coba renungkan ini. selama kita hidup di negeri ini, makanan yang kita makan hasil dari tanah mana ? minuman yang kita minum hasil dari air mana ? oksigen yang kita hirup dari udara mana ? dari sedikit hal yang ditanyakan itu, adakah sumbangsih atau ucapan terima kasih serta syukur kita kepada negeri yang indah ini ? 

Oh ayolah kawan, Negeri ini memang penuh dengan sampah yang berserakan dimana-mana, banyak sarana tranportasi yang tidak memadai, banyak ketimpangan yang terjadi, listrik yang tidak tersedia di berbagai daerah, bahkan ada anak anak yang harus mempertaruhkan nyawanya melewati jembatan hanya untuk mendapatkan pendidikan yang belum tentu layak di sekolahnya. 

Dengarkan ini kawan, Ibu pertiwi telah memanggil kita, ia telah terlalu banyak kehilangan suara karna teriakan panggilannya tak terdengar oleh kita. ia menunggu kita dengan sabar agar kita mendengarkan panggilannya sembari menunggu hal indah apa yang akan kita buat untuk negara ini. lalu hal apa yang harus kita lakukan ? Oh tentu saja pertanyaan itu tak perlu saya jawab, karena kita tahu apa yang bisa kita perbuat dengan kemampuan kita sendiri. Jadi, kapan pernyataan 'bagimu negeri, jiwa raga kami' ini kalian mulai amalkan ?

Jika kau masih ragu dengan apa hal yang apa yang kau buat ? Silahkan menoleh kebelakang, lihat dan pelajari, Banyak pahlawan yang tak bernama itu tetap berteriak merdeka walapun ia tahu bahwa ajal akan menjemput sesaat setelahnya.


Ibu pertiwi memang tidak meminta apa apa kepada kita, ia mungkin hanya meminta tolong jaga negeri ini dengan penuh cinta dan kasih. tapi terkadang hal yang harusnya gampang dilaksanakan itu hanya menjadi mimpi semata. masalah suku, masalah ras, masalah agama adalah pemandangan biasa yang sering dan mudah sekali kita temukan sekarang di Indonesia. Haruskan ini kita biarkan saja terus berlansgung hingga ini jadi penghambat kita untuk menjadi negara yang berhasil melunasi janji kemerdekaannya ?